Perkumpulan di Masjid Palu Sulawesi Tengah

Perkumpulan di Masjid Palu Sulawesi Tengah

Perkumpulan di Masjid Palu Sulawesi Tengah

Dari jumlah pengikut, perkembangan dan sebagainya menunjukkan, bahwa aliran kepercayaan ini belum cukup syaratnya untuk disamakan dengan agama-agama yang sudah ada dan umumnya sudah ribuan tahun sejak mulai berkembang sampai dewasa ini. oleh karena itu sebenarnya aliran atau mistik, yang dasarnya banyak dari ajaran-ajaran Budha. Hal ini sesuai pula dengan permintaan dan pendapat sementara pengikut-pengikutnya, bahwa gerakan agama Budha Wisnu itu baiknya dijadikan paguron atau Panti Pendidikan yang diberinama Panti Pendidikan Agama Budha atau Panti Agama Budha. Mengingat cara perkembangan dan menilik pula sifat dari pemimpin-pemimpin gerakan aliran ini tidak dapat diharapkan hidup subur dan panjang umur, karena itu tidak akan mungkin ada di Kontraktor Kubah Masjid tidak mempunyai dasar-dasar yang kuat dan pedoman-pedoman yang dapat dipertanggungjawabkan kemurniannya dari apa yang disebut Agama Budha, apalagi kalau ada usaha memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana yang sebenarnya yang disebut agama, maka aliran ini di dalam waktu yang singkat akan hilang lenyap.

Ajaran syariat merupakan media pemandu bagi umat manusia agar senantiasa berada di jalan yang benar dalam menjalani kehidupan ini. Kontraktor Kubah Masjid oleh karena itu, ajaran syariat selalu menyentuh seluruh aspek kehidupan, kapanpun, dimanapun, dan dalam bentuk apapun. Semuanya memiliki aturan teknis pelaksanaan sesuai panduan syariat. Diantara ajaran syariat adalah agar umat manusia selalu berbuat sesuatu berdasarkan keyakinan kuat dan dengan penuh tanggung jawab. Dengan begitu, setiap kali hendak berbuat sesuatu, terlebih dahuluia harus melakukan pengamatan dan pertimbangan matang, tidak serampangan dan asal-asalan. Manusia harus memiliki komitmen kuat terhadap apa yang telah ia putuskan dan ia lakukan. Konsekuensi yang  timbul akibat keputusan dan perbuatannya harus diterima, baik sifatnya positif dan negative. Hikmah inilah yang menjadi esensi dari rumusan kaidah ini. Secara implicit, kaidah ini mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menentukan sikap, Kontraktor Kubah Masjid tidak ceroboh dalam melangkah, dan berfikir matang sebelum berbuat. Dengan demikian, tidak aka nada penyesalan di kemudian hari. Sebab ketika seseorang sudah menyatakan rela atau setuju, maka konsekuensinya harus rela menanggung akibat yang ditimbulkan oleh pernyataannya itu

Read more

Melihat Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Melihat Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Melihat Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Bagi orang-orang Jawa yang sifatnya sangat lunak dan toleran, cara yang demikian itu dianggapnya sangat sempit dan tidak mengerti perkembangan zaman yang sudah maju dan dipandang kurang punya rasa persatuan, padahal Negara Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945 sudah merdeka dengan symbol Bhinneka Tunggal Ika. Jadi meskipun kepercayaan keagamaan berlain-lainan hendaknya jangan serang menyerang untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara terdapat Kontraktor Kubah Masjid. Diantara pengikut-pengikutnya yang memandang ajaran Resi Kusumodewo itu suatu nglemu (Ilmu), jadi bukan suatu agama, meminta agar ajaran (Agama Buda Wisnu) itu di jadikan paguron saja, panti pengetahuan, mereka inilah yang mendirikan Panti Agama Budha. Hal ini, antara lain yang menyebabkan timbul perpecahan-perpecahan dalam agama Budha Jawi atau Agama Budha Wisnu. Sesudah dicabutnya SOB dan kembalinya Negara pada Peraturan Tertip Sipil, sehingga tetap bertahan di Kontraktor Kubah Masjid sampai kemana perkembangan agama atau kepercayaan ini belum didapat berita atau keterangan yang nyata dan jelas.

Cara perkawinan Agama Budha Jawi pimpinan Resi Kusumodewo. Pengantin laki-laki dan perempuan duduk berjajar ada di belakang Resi Kusumodewo, kemudian sang Resi berbalik menanyakan kepada kedua mempelai tersebut “apakah mereka satu sama lain sudah sama-sama suka dengan tidak ada yang memaksa?” kemudian kedua pengantin menjawab, bahwa mereka masing-masing atas kemauannya sendiri, dengan sama-sama suka (suka-sinukan). Selanjutnya ditanya “apakah keduanya sanggup mencukupi syarat-syarat perkawinan dan syarat-syarat perjodohan”. Mereka menjawab sanggup. Pada waktu acara perkawinan disyaratkan memakai sajen, yakni makanan-makanan tertentu, disediakan juga dupa, sebangsa kemenyan, lalu mereka berdua menyebut demikian atas pimpinan Resi Kusumodewo, Hong Ilaheng ngingono matutik,

Luput sarik kalawan sandi, Luput dhendhane Tawang-Towong, Jagat Dewa Bathara, Buwana Langgeng Kontraktor Kubah Masjid, Juga diusahakan agar wakil-wakil dari kedua belah pihak mempelai itu dapat turut menghadirinya. Masing-masing dari mempelai oleh Resi atau pendhita-nya diberi surat kawin.            Menurut keterangan yang didapat, aliran kepercayaan Buda Wisnu mempunyai cara penguburan jenazah sendiri, lain dari cara penguburan mayat orang-orang Islam dan Kristen. Kalau boleh disimpulkan cara penguburannya hampir sama dengan cara-cara Islam dan Kristen, hanya berbeda mengenai upacara, seperti penyembahyangan, mendoa dan sebagainya. Mayat golongan agama Buda Jawi ini dikubur, artinya dibakar.

Read more