Profil Kabupaten Pangandaran, area Otonomi Baru yang Penuh Potensi

Profil Kabupaten Pangandaran, Area Otonomi Baru yang Penuh Potensi

Kabupaten Pangandaran ialah sesuatu area otonomi baru (DOB) di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten Pangandaran secara resmi berpisah dari kabupaten induknya yaitu Kabupaten Ciamis terhadap tahun 2012. Ibukota Kabupaten Pangandaran ialah Parigi
Keindahan Pantai Pangandaran populer ke mancanegara Kabupaten Pangandaran berbatasan dengan Kabupaten Ciamis serta Kota Banjar di Utara, Kabupaten Cilacap di Timur, Samudera Hindia di Selatan, dan Kabupaten Tasikmalaya di Barat. limit Kabupaten Pangandaran bisa ditinjau terhadap peta di bawah ini
Peta Kabupaten Pangandaran Kabupaten Pangandaran merupakan pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Peresmian Kabupaten Pangandaran dimekarkan terhadap 25 Oktober 2012
Logo Kabupaten Pangandaran didasarkan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 4 Tahun 2013 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran berjumlah 10 kecamatan yang terdiri atas 92 desa. Pusat pemerintahan Kabupaten Pangandaranberada di kecamatan Parigi. Luas Kabupaten Pangandaran ialah 168509. Ha dengan luas laut 67340. Ha. Kabupaten Pangandaran mempunyai panjang pantai 91 km

BACA JUGA : Ciamis

Berikut ini ialah kecamatan-kecamatan yang Berposisi di Kabupaten Kabupaten Pangandaran :

1. Kecamatan. Cigugur (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Cigugur ialah Desa Cigugur, Desa Campaka, Desa Cimindi, Desa Bunisari, Desa Kertajaya, Desa Pagerbumi, serta Desa Harumandala)

 2. Kecamatan. Cijulang (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Cijulang ialah Desa Cijulang, Desa Cibanten, Desa Ciakar, Desa Kondangjajar, Desa Batukaras, Desa Kertajaya, serta Desa Margacinta)
3. Kecamatan. Cimerak (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Cimerak ialah Desa Cimerak, Desa Masawah, Desa Sindangsari, Desa Mekarsari, Desa Sukajaya, Desa Kertamukti, Desa Ciparanti, Desa Kertaharja, Desa Legokjawa, Desa Limusgede, serta Desa Batumalang)
4. Kecamatan. Kalipucang (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Kalipucang ialah Desa Kalipucang, Desa Tunggilis, Desa Banjarharja, Desa Ciparakan, Desa Cibuluh, Desa Emplak, Desa Pamotan, Desa Bagolo, serta Desa Putrapinggan)
5. Kecamatan. Langkaplancar (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Langkaplancar ialah Desa Langkaplancar, Desa Bangunjaya, Desa Pangkalan, Desa Bojongkondang, Desa Jayasari, Desa Karangkamiri, Desa Bojong, Desa Cimanggu, Desa Jadikarya, Desa Bangunkarya, Desa Sukamulya, Desa Jadimulya, Desa Mekarwangi, serta Desa Cisarua)
6. Kecamatan. Mangunjaya (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Mangunjaya ialah Desa Mangunjaya, Desa Kertajaya, Desa Sukamaju, Desa Sindangjaya, serta Desa Jangraga)
7. Kecamatan. Padaherang (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Padaherang ialahDesa Padaherang, Desa Pasirgelis, Desa Karangmulya, Desa Kedungwuluh, Desa Karangpawitan, Desa Cibogo, Desa Maruyungsari, Desa Panyutran, Desa Paledah, Desa Ciganjeng, Desa Bojongsari, Desa Sindangwangi, Desa Suka Nagara, serta Desa Karangsari)
8. Kecamatan. Pangandaran (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Pangandaran ialah Desa Pangandaran, Desa Babakan, Desa Pananjung, Desa Sukahurip, Desa Purbahayu, Desa Pagergunung, Desa Wonoharjo, serta Desa Sidomulyo)
9. Kecamatan. Parigi (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Parigi ialah Desa Parigi, Desa Ciliang, Desa Cibenda, Desa Karangbenda, Desa Karangjaladri, Desa Cintaratu, Desa Cintakarya, Desa Selasari, Desa Parakanmanggu, serta Desa Bojong)
10. Kecamatan. Sidamulih (Desa yang masuk dalam cakupan Kecamatan Sidamulih ialah Desa Sidamulih, Desa Pajaten, Desa Kalijati, Desa Cikembulan, Desa Cikalong, Desa Sukaresik, serta Desa Kersaratu) Sejarah Kabupaten Pangandaran diawali dengan dibukanya Desa PananjungPangandaran oleh nelayan Suku Sunda. Selanjutnya Desa Pananjung ditempati oleh para nelayan dari Suku Sunda. pengakibat pendatang lebih memilih area Pangandaran buat menjadi tempat tinggal pasalgelombang laut yang kecil yang bikin gampang buat menelusuri ikan
Gelombang laut di Pangandaran relatif kecil pasal di Pantai Pangandaran inilah terkandung sesuatu daratan yang menjorok ke laut yang kini menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung inilah yang menghalangi atau menghambat gelombang besar buat sampai ke pantai
Di Pananjung inilah para nelayan menjadikan tempat tersebut buat menyimpan perahu yang dalam Bahasa Sunda-nya dikatakan andar sehabis sebagianlama banyak berdatangan ke tempat ini serta menetap sehingga menjadi sesuatu perkampungan yang dikatakan Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata “Pangan” serta “Daran”
Pangan ialah “Makanan” serta daran ialah “Pendatang”. Jadi arti Pangandaranadalah “Sumber Makanan Para Pendatang”. lantas para sesepuh terdahulu berikan nama Desa Pananjung, pasal rujukan oleh para sesepuh terdahulu di samping area itu terkandung tanjung di area ini pun banyak sekali terkandung keramat-keramat di sebagian tempat. sementara arti Pananjung dalam Bahasa Sunda pangnanjung-nanjungna (paling subur atau paling makmur).
Pada awalnya Pananjung merupakan salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan sekitar abad XIV M. sehabis timbulnya kerajaan Pajajaran di Pakuan, Bogor. Nama Raja Galuh Pangauban ialah Prabu Anggalarang yang rujukan oleh kisah yang ada, menyebutkan jikalau beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja pertama kerajaan Galuh Pagauban, namun sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh para Bajo (Bajak Laut) pasal pihak kerajaan tak bersedia mendagangkan result bumi kepada mereka, pasal terhadap saat itu pada wakturakyat sedang dalam kondisi paceklik (gagal panen).
Pada tahun 1922, penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman buru, terhadap saat melepaskan seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina serta sebagian ekor rusa. pasal mempunyai keanekaragaman satwa serta jenis – jenis tanaman langka, supaya kelangsungan habitatnya bisa terjaga tersebutkan terhadap tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam serta marga satwa dengan luas 530 Ha.
Pada tahun 1961 sehabis ditemukannya Bunga Raflesia padma tingkat berubah menjadi cagar alam. Dengan naiknya kaitan masyarakat akan tempat rekreasi tersebutkan terhadap tahun 1978 beberapa kawasan tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata
Pada tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sehingga luas kawasan pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha.Perkembangan selanjutnya, didasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/1993 pengusahaan wisata Taman Wisata Akam Pananjung, Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan serta Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani dalam pengawasan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, area Kesatuan Pemangkuan Hutan Pangandaran
Itulah sekilas profil Kabupaten Pangandaran, sesuatu area otonomi baru yang sedang bersolek supaya bisa lebih maju sehabis pemekaran wilayah